Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Kabut Asap Selimuti Jambi, BMKG Ungkap Sebagian Terbawa dari Sumsel dan Lampung

JambiKabut asap di Jambi kembali menjadi perhatian masyarakat. BMKG menyebut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan wilayah timur tidak seluruhnya berasal dari karhutla lokal.

Sebagian asap diketahui terbawa dari Sumatera Selatan dan Lampung. Kondisi tersebut terlihat berdasarkan pemantauan citra satelit dan arah pergerakan angin.

Prakirawan BMKG Jambi, M Randy Herdyansyah, menjelaskan bahwa angin bergerak dari tenggara hingga selatan. Akibatnya, asap bergerak menuju wilayah barat laut hingga utara.

Kabut Asap di Jambi Dipengaruhi Arah Angin

Menurut BMKG, pola angin turut membawa asap dari Sumatera Selatan menuju Jambi. Selain itu, asap dari Lampung juga ikut terdistribusi ke wilayah tersebut.

Namun, kabut asap bukan hanya berasal dari provinsi tetangga. Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di beberapa wilayah Jambi.

BPBD Provinsi Jambi mencatat luas lahan terbakar mencapai 658,29 hektare. Data tersebut dihitung sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026.

Muaro Jambi mencatat luas kebakaran terbesar, yaitu 264,78 hektare. Sementara itu, Sarolangun mencapai 143,61 hektare dan Batang Hari 95,35 hektare.

Asap dari karhutla Jambi juga bergerak mengikuti arah angin. Karena itu, sebagian asap turut terdistribusi menuju Pekanbaru dan wilayah sekitarnya.

Kualitas Udara Mulai Terdampak

Kabut asap mulai memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah. Pada Minggu (23/8/2026) pukul 11.00 WIB, ISPU Kota Jambi tercatat pada angka 89.

Angka tersebut berada dalam kategori sedang. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Muaro Jambi.

Parameter PM2,5 di Muaro Jambi mencapai angka 168. Kondisi tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Selain itu, kualitas udara di Kota Sungai Penuh juga dilaporkan mengalami penurunan. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat Diminta Waspada Dampak Kabut Asap

Kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Kelompok rentan perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara.

Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang perlu dilindungi. Selain itu, warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati.

Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel udara.

Selain itu, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan cairan. Pintu dan jendela juga dapat ditutup ketika asap di luar rumah semakin pekat.

Jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan, masyarakat sebaiknya segera mencari pertolongan. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

BMKG terus memantau pergerakan kabut asap di Jambi melalui citra satelit. Pemantauan diperlukan karena sebaran asap dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.