JAMBI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Jambi mengalami peningkatan di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah kasus dilaporkan mencapai 1.955 kasus, atau meningkat sekitar 15 persen.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara dapat memburuk saat terjadi karhutla. Selain itu, asap kebakaran mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan kesehatan.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Oleh karena itu, penggunaan masker dianjurkan ketika beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara tidak sehat.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang buruk. Sementara itu, aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi apabila kabut asap semakin pekat.
Warga juga perlu menjaga kondisi tubuh selama menghadapi ancaman karhutla. Selain memperbanyak minum air putih, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat dengan cukup.
Gejala ISPA dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. Pada kondisi tertentu, penderita juga dapat mengalami sesak napas. Jika keluhan semakin berat, warga disarankan segera mencari pertolongan di Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Selain pencegahan secara mandiri, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi mengenai kondisi kualitas udara. Langkah ini penting agar aktivitas sehari-hari dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan.
Dengan demikian, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak kesehatan akibat asap karhutla. Upaya pencegahan diharapkan mampu melindungi warga sekaligus menekan risiko peningkatan kasus ISPA di Kota Jambi.
