Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Kabut Asap Memburuk di Bungo, Dinkes Minta Warga Batasi Aktivitas di Luar Rumah

MUARA BUNGO — Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara memburuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, dr. H. Safaruddin Matondang, menyampaikan imbauan tersebut menyusul kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Bungo.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena paparan udara tercemar dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi biasa. Langkah pencegahan perlu dilakukan selama kualitas udara belum membaik.

Kualitas Udara Bungo Terus Memburuk

Kekhawatiran Dinkes kemudian diperkuat hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo.

Pada 27 Agustus 2026, pemantauan menggunakan parameter PM10 menunjukkan ISPU Bungo berada di angka 127. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Kondisinya memburuk sehari kemudian.

Hasil pemantauan selama 27–28 Agustus menunjukkan ISPU naik menjadi 163 dan masih berada pada kategori tidak sehat.

Selanjutnya, data terbaru yang dipublikasikan pada 29 Agustus menunjukkan ISPU mencapai 207. Dengan angka tersebut, kualitas udara Bungo masuk kategori sangat tidak sehat.

Perubahan dari 127 menjadi 163, kemudian 207 menunjukkan kondisi udara dapat berubah cepat. Karena itu, masyarakat perlu terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara.

Dinkes Bungo Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar

Dinkes Bungo meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah selama kabut asap berlangsung.

Imbauan tersebut terutama penting ketika aktivitas di luar ruangan tidak mendesak. Sebaliknya, masyarakat dapat memilih berada di dalam ruangan untuk mengurangi paparan asap.

Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel dari udara yang tercemar.

Selain itu, Dinkes meminta masyarakat memperbanyak konsumsi air putih. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga kondisi tubuh selama menghadapi cuaca kering dan kabut asap.

Dinkes Bagikan 700 Masker

Imbauan tersebut juga diikuti langkah langsung di lapangan.

Pada Rabu, 26 Agustus 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo membagikan 700 masker kepada pengguna jalan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Dinkes Bungo bersama Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Bidang Kesehatan Masyarakat.

Pembagian masker dilakukan sebagai respons terhadap kabut asap yang semakin tebal.

Dalam kegiatan itu, masyarakat kembali diingatkan memakai masker ketika berada di luar rumah.

Sementara itu, warga dengan penyakit paru dan gangguan pernapasan seperti TBC, ISPA, serta asma diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Lebih

Kondisi udara yang buruk dapat memberikan dampak lebih besar kepada kelompok sensitif.

DLH Bungo secara khusus mengingatkan anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan kesehatan agar meningkatkan kewaspadaan.

Ketika ISPU mencapai 207, DLH kembali menyarankan masyarakat secara umum untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker juga semakin dianjurkan dalam kondisi tersebut.

Keluarga dapat membantu melindungi anggota yang rentan. Misalnya, aktivitas luar rumah dapat dikurangi ketika asap sedang pekat.

Selain itu, masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh.

Sekolah di Bungo Terapkan Pembelajaran Daring

Memburuknya kualitas udara juga berdampak pada kegiatan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Bungo memutuskan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan dilaksanakan secara daring selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo Nomor S-400.3/254/VIII/DIKBUD-DIKDAS/2026.

Langkah ini bertujuan melindungi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan kabut asap.

Selama pembelajaran dari rumah, siswa juga diminta tidak melakukan kegiatan di luar ruangan yang tidak diperlukan.

Dengan demikian, upaya perlindungan tidak hanya dilakukan sektor kesehatan. Sektor pendidikan turut menyesuaikan aktivitas berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Jangan Bakar Sampah dan Buka Lahan dengan Api

Selain melindungi kesehatan, masyarakat diminta ikut mencegah bertambahnya sumber asap.

BPBD Kabupaten Bungo mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah.

Masyarakat di wilayah pedesaan juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Saat kondisi lahan kering, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

Pencegahan kebakaran menjadi penting karena penanganan kabut asap tidak cukup hanya dengan mengurangi paparan.

Sumber pencemaran juga perlu dikendalikan agar kondisi udara dapat membaik.

Segera ke Puskesmas Jika Mengalami Keluhan

Dinkes Bungo meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gangguan kesehatan selama kabut asap.

Warga yang merasa sakit atau mengalami keluhan dianjurkan mendatangi Puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Langkah tersebut menjadi semakin penting bagi masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan.

Sementara itu, DLH Kabupaten Bungo terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara.

Selama kondisi belum membaik, masyarakat dapat mengurangi paparan dengan membatasi kegiatan di luar rumah, memakai masker ketika harus keluar, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan kondisi anggota keluarga yang rentan.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.